Mengapa Harus di PMN?

Mengapa Harus di PMN?

Mengapa Anda Harus Memilih Pelatihan Mediasi di PMN?

Yang berbeda pada pelatihan mediasi di PMN dibandingkan dengan pelatihan mediasi oleh lembaga lainnya:

 

Pelatihan

  • Pelatihan mediasi model fasilitatif dengan standar silabus 40-jam, dimana 1-jam = 60 menit;
  • Pelatihan lebih mengutamakan latihan soft-skills dan diskusi dibandingkan presentasi/ceramah. Sejak hari pertama, sudah mulai ada contoh roleplay oleh pengajar dan hari kedua seluruh peserta mencoba bersama dengan kasus yang baru;
  • Roleplay sebanyak 6 kali, sehingga setiap peserta berkesempatan minimal 2 kali menjadi mediator. Pada tiga roleplay pertama, satu pendamping membimbing 2 grup, sedangkan pada 3 roleplay berikutnya, satu pendamping membimbing satu grup dengan memberikan feedback tertulis. Roleplay mediasi bervariasi, dengan 2 pihak, 2 mediator dan banyak pihak;
  • Materi dan metode pengajaran yang selalu terupdate;
  • Materi dan metode pelatihan sedang disiapkan untuk mendapatkan “AMA approved training course material” suatu sistem peer review pada Asian Mediation Association;
  • Merintis materi khusus “Restorative Justice” dan memasukkan masalah¬†filosofi musyawarah sebagai¬†budaya dasar bangsa Indonesia.

 

Ujian

  • Ujian praktek selama 1-jam per peserta diagendakan di luar program pelatihan yang 40-jam. Yang memainkan peran sebagai pihak bersengketa dalam ujian praktek adalah pengajar. Penilaian dilakukan oleh kedua pihak yang bermain ditambah seorang pengajar sebagai independent evaluator.

 

Pengajar

  • Pengajar adalah praktisi mediasi, berpengalaman memediasi kasus dan mengajar. Sedangkan pengajar materi Peraturan Mahkamah Agung (PerMA) tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, adalah hakim aktif anggota Kelompok Kerja (Pokja) Mediasi di Mahkamah Agung.

 

Tempat pelatihan

  • Tempat pelatihan berada dalam satu gedung dengan Sekretariat PMN, di lingkungan yang sangat asri, nyaman dan moderen. Lengkap dengan tempat sholat dan wudhu, serta tempat merokok. Tersedia penginapan di area pelatihan dan pilihan akomodasi lainnya yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

 

Peserta

  • Peserta yang mengikuti program pelatihan di PMN, kebanyakan bertujuan untuk melatih soft-skills mediator, bukan sekedar untuk mendapatkan Sertifikat Mediator;
  • Peserta memberikan feedback pada pelatihan oleh PMN dengan nilai sangat baik, mencapai angka 4,6 dari skala 5 dan 3,68 pada skala 4;
  • Peserta pelatihan dapat berasal dari segala kalangan, tidak disyaratkan mempunyai latar belakang ataupun ijazah tertentu.

 

Lembaga

  • Diakreditasi Mahkamah Agung (MA-RI) sejak tahun 2004, PMN saat ini telah memasuki periode akreditasi yang keempat;
  • PMN merupakan anggota pendiri Asian Mediation Association (AMA) dan aktif dalam setiap konferensi untuk mengikuti perkembangan dunia mediasi di kawasan;
  • PMN memiliki kode etik dan dewan kehormatan etik, memiliki kontrol terhadap semua pemegang Sertifikat Mediator yang berlaku 2 tahun (dapat diperpanjang);
  • PMN selain melakukan pelatihan juga melakukan mediasi baik di luar pengadilan maupun di pengadilan;
  • PMN melakukan program-program penyegaran bagi alumni;
  • PMN merupakan anggota Pokja mediasi di MA-RI yaitu paska terbitnya PerMA 2/2003 dan juga Pokja mediasi untuk revisi PerMA 1/2008.